Malang, 22 Februari 2026 — Bagi PT Penjaminan Kredit Daerah Jawa Timur (Perseroda) atau Jamkrida Jatim, kontribusi kepada masyarakat tidak berhenti pada peran perusahaan dalam mendukung akses pembiayaan. Di luar aktivitas bisnis, perusahaan juga berupaya hadir melalui kontribusi sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat dan mendorong kemandirian.

Semangat tersebut menjadi bagian dari keterlibatan Jamkrida Jatim dalam Sapa Bansos 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Pendopo Kabupaten Malang, Minggu (22/2). Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan berbagai bantuan sosial dan dukungan bagi pilar-pilar sosial masyarakat. Total bantuan yang disalurkan di Kabupaten Malang mencapai Rp7,05 miliar.

Bagi Jamkrida Jatim, kehadiran dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memperluas manfaat keberadaan BUMD bagi masyarakat Jawa Timur. Kontribusi sosial ditempatkan sebagai bagian dari tanggung jawab perusahaan untuk ikut memperkuat ketahanan sosial sekaligus mendukung masyarakat agar memiliki ruang untuk berkembang secara lebih mandiri.

Rangkaian Sapa Bansos di Malang tidak hanya menyasar kebutuhan perlindungan sosial. Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga mengarahkan sebagian program pada pemberdayaan ekonomi melalui KIP Jawara, KPM Jawara, dan zakat produktif. Pendekatan tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk tidak hanya menerima dukungan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk memperkuat kapasitas ekonomi mereka.

Bagi Jamkrida Jatim, gagasan mengenai kemandirian tersebut memiliki keterkaitan erat dengan mandat perusahaan. Selama ini, Jamkrida Jatim mengambil peran dalam memperluas akses pembiayaan melalui penjaminan bagi pelaku usaha dan masyarakat. Karena itu, dukungan terhadap program pemberdayaan ekonomi menjadi bagian yang selaras dengan semangat perusahaan untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih inklusif.

Jamkrida Jatim melihat bahwa pembangunan ekonomi tidak hanya diukur dari besarnya nilai pembiayaan atau pertumbuhan usaha, tetapi juga dari kemampuan masyarakat untuk mempertahankan penghidupan, mengembangkan usaha, dan meningkatkan kesejahteraannya.

Atas dasar itu, perusahaan memandang kontribusi sosial bukan sekadar agenda seremonial. Setiap dukungan diharapkan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi penerima dan menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih berdaya.

Keterlibatan Jamkrida Jatim dalam Sapa Bansos 2026 juga memperkuat sinergi perusahaan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut menjadi penting untuk memastikan bahwa program sosial tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling melengkapi dalam memperkuat perlindungan dan pemberdayaan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *